PENGELOLAAN ASET PUSKEMAS PENERAPAN ASPAK

Tuntutan mewujudkan tata pemerintah yang baik (good governance) merupakan tuntutan yang wajib dipenuhi oleh seluruh penyelenggara negara, tidak hanya terbebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) saja dalam  pemberian pelayanan kepada masyarakat,  tetapi penyelenggara negara harus mampu mengelola seluruh aset yang dimiliki untuk menunjang pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Puskesmas sebagai salah satu unit penyelenggara pelayanan  memiliki aset yang cukup banyak, baik aset untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat maupun aset untuk mendukung operasional Puskesmas. Jenis dan jumlah aset yang dimiliki Puskesmas sangat komplek, apabila tidak dikelola dengan baik maka dimungkinkan dapat mengganggu mutu pelayanan kepada masyarakat. Untuk pengelolaan aset tersebut  Kementerian Kesehatan mengembangkan Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK).

ASPAK merupakan sistem informasi data sarana, prasarana dan peralatan kesehatan yang berbasis  web based dan on-line. ASPAK memungkinkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan khususnya Puskesmas dan Rumah Sakit untuk dapat menyimpan data Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan secara langsung di server ASPAK sehingga monitoring data dapat dengan cepat dan up to date dilakukan khususnya terkait dalam proses perencanaan.

ASPAK dipakai sebagai filter atau salah satu syarat sebelum satuan kerja daerah mengajukan usulan permintaan sarana, prasarana dan alat kesehatan melalui e-Planning. Program pemfilteran tersebut dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Perencanaan dan Monitoring (SIPERMON) Kementerian Kesehatan. Dengan pengintegrasian antara ASPAK dan SIPERMON, diharapkan  data ASPAK akan cepat terisi  dan dapat dijadikan salah satu dasar dalam pemberian usulan khususnya usulan anggaran serta dalam pengambilan keputusan/kebijakan dalam suatu kegiatan di bidang kesehatan. Tujuan penerapan  ASPAK :

a.    Tersedianya data dan informasi sarana, prasarana dan peralatan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan seluruh Indonesia

b.    Terciptanya Pemetaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

c.    Supporting untuk perencanaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan

Untuk mengakses ASPAK Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,BPFK dan Rumah Sakit/Puskesmas, harus memiliki account yang telah disediakan oleh admin Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.Konten dalam ASPAK terdiri dari informasi :

1.    Data umum yang mencakup kode rumah sakit/puskesmas, nama rumah sakit/puskesmas serta alamat, telp, kapasitas, kelas/Jenis rumah sakit/puskesmas,  BOR (Bed Occupancy Rate), status akreditasi, dll.

2.    Data Sarana, mencakup data gedung berdasarkan pelayanan kesehatan yang dilayani

3.    Data Prasarana, mencakup data prasarana pelayanan kesehatan seperti data pengelolaan limbah, sumber listrik, air, dll.

4.    Data peralatan kesehatan yang mencakup jumlah, tipe, status kalibrasi, kondisi peralatan kesehatan, dll

5.    SDM/ Tenaga, IPSRS/Puskesmas

6.    Survey Pertanyaan (Instrument Monev)

Dalam rangka penerapan ASPAK Dinas kesehatan Kabupaten Magelang mengadakan pertemuan “Pengisian ASPAK Gelombang I” yang diikuti oleh 10 Puskesmas pada tanggal 27 Mei 2015 bertempat di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang,  dengan peserta Kepala Sub Bagian Tatausaha dan bendaharawan barang Puskesmas. Kegiatan dikoordinir oleh Sub Bagian Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan,  pertemuan ini betujuan untuk memperkenalkan Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) kepada Puskesmas dan pendampingan proses pengisian aplikasi.

 

Pada Tahun 2015 Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dalam Sistem Informasi Perencanan dan Monitoring (Sipermon) Kementerian Kesehatan masih memiliki tanda warna merah terutama untuk unsur ASPAK. Ini menunjukkan bahwa cakupan pengisian ASPAK masih kurang dan belum dapat diproses, sehingga Dinas Kabupaten Kabupaten Magelang tidak berhak mengusulkan kegiatan dan anggaran kepada Kementerian kesehatan yang diusulkan melalui e-planning.Mengingat pentingnya ASPAK dalam proses perencanaan, partisipasi dan peran aktif  puskesmas dalam pengisian menjadi sangat penting,  karena ASPAK berkaitan dengan data yang ada di puskesmas. Masing-masing puskesmas diharapkan dapat mengisi ASPAK sehingga status Dinas Kesehatan Magelang dalam Sistem Informasi Perencanaan dan Monitoring (SIPERMON) Kementerian Kesehatan tidak lagi berwarna merah yang berarti bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang berhak memperoleh manfaat dalam hal perencanaan anggaran.

Untuk mengefektifkan proses sosialisasi dan kemudahan dalam pemanfaatan aplikasi, kegiatan sosialisasi dan pengisian ASPAK dibagi menjadi 3 gelombang Puskesmas. Dengan pengisian ASPAK ikut mendukung pengelolaan aset di Kabupaten Magelang yang selama ini menjadi catatan khusus dalam menuju Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Kontributor By Sub. bag. Permonev