TEKANAN DARAH TINGGI (HYPERTENSION)

Tekanan darah tinggi atau hypertension adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darahsecara kronis. Tekanan darah merupakan tekanan yang mengalir melalui pembuluh darah. Tekanan darah tergantung pada berapa banyak darah yang dipompa oleh jantung (makin banyak volumenya maka makin tinggi tekanannya) dan resistensi pembuluh darah (daya tolak) terhadap aliran darah (makin sempit pembuluh darah makin besar tekanannya). Penyempitan dapat disebabkan oleh terbentuknya plak kolesterol di dinding bagian dalam arteri.Pada umumnya ketika mengalami kenaikan tekanan darah melebihi rentang normal seseorang  tidak merasakan atau memiliki tanda dan gejala. Beberapa orang hanya merasa sakit kepala, sesak nafas atau mengalami mimisan, namun tidak ada tanda dan gejala yang spesifik terkait kenaikan tekanan darah yang melebihi rentang normal. Oleh sebab itu penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi dikenal sebagai “silent killer”.Rentang normal tekanan darah1.Usia 18-59 tahun Tekanan Darah Normal <140/90mmHg.2.Usia >60 tahun Tekanan Darah Normal <150/90mmHg3.Penderita Diabetes Melitus, penderita penyakit pada ginjal, penyakit pada jantung, wanita hamil Tekanan Darah Normal <140/90mmHg.Penyebab Tekanan Darah TinggiHingga saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab tekanan darah tinggi. Sebagian besar penderita tekanan darah tinggi tidak memiliki penyebab tunggal. Tekanan pada pembuluh darah tergantung pada beberapa hal seperti:1.Berapa kuat jantung memompa darah2.Berapa besar daya dorong dinding pembuluh darah3.Penyempitan pembuluh darah4.Volume darah.Faktor Resiko HipertensiMeskipun penyebab utamanya belum diketahui namun beberapa factor resiko berikut ini turut memberikan kontribusi terhadap munculnya tekanan darah tinggi.1. Riwayat keluarga   Jika anda memiliki orang tua atau kerabat yang menderita tekanan darah tinggi maka anda memiliki resiko juga    untuk menderita tekanan darah tinggi. Hal ini juga mungkin saja terjadi pada keturunan berikutnya. Itulah    sebabnya anak-anak juga sebaiknya tekanan darahnya juga dipantau dengan rutin.2. Usia   Makin bertambah usia seseorang, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan    darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati    batas atas yang normal. Bertambah usia akan menyebabkan arteri makin kaku sehingga resistensi terhadap aliran    darah menjadi lebih besar dan tekanan darah meningkat.3. Jenis kelamin   Pada usia 30 – 40 tahun, pria lebih beresiko menderita tekanan darah tinggi  dibandingkan wanita. Namun    setelah menopause, wanita mempunyai resiko yang sama dengan pria.4. Kurangnya aktifitas fisik   Aktifitas fisik sangat baik bagi tubuh terutama jantung kita. Gaya hidup yang tidak banyak bergerak akan    meningkatkan resiko penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner hingga stroke.5. Kelebihan berat badan hingga obesitas   Kelebihan berat badan hingga obesitas akan semakin meningkatkan resiko mengalami tekanan darah tinggi.6. Konsumsi garam yang berlebihan.   Garam akan menahan cairan di dalam tubuh sehingga volume darah juga meningkat. Dengan meningkatnya volume    darah maka tekanan pada pembuluh darahpun juga akan naik.7. Merokok   Tidak hanya tembakau dalam rokok yang dapat menaikkan tekanan darah, namun juga bahan kimia dalam tembakau    dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah arteri.8. Mengkonsumsi terlalu sedikit kalium dan vitamin D   Kalium membantu menyeimbangkan jumlah natrium dalam sel. Jika Anda tidak mengkonsumsi cukup kalium dalam    makanan maka dapat menumpuk terlalu banyak natrium dalam darah.   Vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi ginjal yang mempengaruhi tekanan darah sehingga dapat    menyebabkan tekanan darah tinggi apabila kekurangan vitamin D.9. Mengkonsumsi alkohol terlalu banyak   Mengkonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan kerusakan pada jantung.10. Stress    Tingginya tingkat stress secara bertahap dapat meningkatkan tekanan darah.11. Menderita penyakit kronis    Menderita penyakit kronis seperti penyakit pada ginjal, diabetes melitus dapat meningkatkan resiko menderita     hiprtensi.Penanganan dan pencegahan Tekanan Darah TinggiMengubah gaya hidup dapat membantu mengontrol tekanan darah. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan yang tepat. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah:1. Berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan untuk mengontrol tekanan darah agar tetap    dalam rentang normal.2. Mengkonsumsi makanan sehat dengan rendah garam seperti mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, ikan    dan makanan olahan susu yang rendah lemak.3. Menurunkan konsumsi garam yaitu hanya 1,5gram atau setara seujung sendok makan  (1 sendok makan garam =10gram)    per hari bagi penderita hipertensi, diabetes dan penyakit ginjal dan 2,3gram atau setara ¼ sendok makan per    hari bagi orang yang sehat.4. Rutin melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari.5. Membatasi konsumsi alkohol.6. Menjaga berat badan agar tetap terkontrol atau menjadi normal.7. Berhenti merokok. 8. Memonitoring tekanan darah agar tetap terkontrol.Melakukan monitoring tekanan darah setiap hari. Hal ini berguna untuk melihat apakah obat bekerja secara efektif. Jangan menghentikan obat atau mengubah waktu pemakaian obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.Kontributot PKM Muntilan 2