Workshop Anjab&ABK

Dalam rangka Pembanguan kesehatan diperlukan upaya pemenuhan kesehatan secara komprehensif yang didukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang memadai dan merata di setiap fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memenuhi kebutuhan Tenaga Kesehatan, baik dalam jumlah, jenis, maupun dalam kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan pembangunan kesehatan (Pasal 13 UU Nakes). Perencanaan Tenaga Kesehatan disusun secara berjenjang (dimulai dari  Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Pemerintah daerah kabupaten/kota, Pemerintah daerah provinsi, sampai dengan Pemerintah secara nasional) berdasarkan ketersediaan Tenaga Kesehatan dan kebutuhan penyelenggaraan pembangunan dan Upaya Kesehatan (pasal 14 ayat 2 UU Nakes).

Perencanaan kebutuhan SDMK  adalah proses sistematis dalam upaya menetapkan jumlah dan kualifikasi SDMK yang  dibutuhkan sesuai dengan kondisi suatu wilayah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Tujuan penyusunan perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan yaitu menghasilkan rencana kebutuhan SDMK  yang tepat meliputi : jenis,  jumlah, dan  kualifikasi sesuai kebutuhan  organisasi berdasarkan metode perencanan yang sesuai dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka penyusunan rencana  kebutuhan SDM Kesehatan yaitu dengan menggunakan metode Analisa Beban Kerja (ABK) dan standar ketenagaan minimal.
           
Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi pada tanggal 29 - 31 Agustus 2016 bertempat di Hotel Atria Magelang telah menyelenggarakan Workshop Penyusunan Analisa Jabatan dan Analisa beban kerja, peserta pada workshop tersebut adalah Dinas Kesehatan, Puskesmas dan RSUD Muntilan. Tujuan penggunaan Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kesehatan) adalah menghasilkan perhitungan kebutuhan SDM Kesehatan riil di tingkat institusi  baik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan maupun non Fasyankes sesuai dengan beban kerja organisasi dan kompetensi jabatan yang dipegangnya. Data yang dibutuhkan dalam ABK Kesehatan :
- Jenis & Jml. SDMK yang ada
- Jenis Pekerjaan
  a. Tugas Pokok, Uraian Tugas, dan Norma Waktu;
  b. Tugas Penunjang, Uraian Tugas, dan Norma Waktu
- Capaian / cakupan program tiap tahun.

Langkah - langkah metode ABK Kesehatan meliputi :
1. Menetapkan Faskes dan Jenis SDMK
2. Menetapkan Waktu Kerja Tersedia (WKT)
3. Menetapkan Komponen Beban Kerja (Tugas Pokok dan Tugas Penunjang) dan Norma Waktu
4. Menghitung Standar Beban Kerja
5. Menghitung Standar Kegiatan Penunjang
6. Menghitung Kebutuhan SDMK Per Institusi/Faskes.

Hasil perhitungan rencana kebutuhan SDMK dapat digunakan untuk melaksanakan  redistribusi seumber daya manusia kesehatan secara merata dan tepat guna, Menghasilkan data proyeksi Jangka Menengah/Panjang (minimal 5 tahun) kebutuhan SDMK di suatu wilayah pemerintah daerah Provinsi dan Pemerintah (Nasional)



Kontributor by Admin