Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

20 April 2014 |Pengunjung

SASARAN KERJA PEGAWAI ( SKP ) GANTIKAN DP-3

June 13, 2013 | Oleh admin

Metode baru dalam melihat kinerja PNS melalui pendekatan metode SKP ( Sasaran Kerja PNS ). Metode penilaian prestasi Kerja PNS secara sistematis menggabungkan antara penilaian kerja PNS dengan penilaian perilaku kerja. Penilaian prestasi kerja terdiri dari dua unsur yaitu SKP dan Perilaku kerja dengan bobot penilaian unsur SKP 60 % dan perilaku kerja sebesar 40 %.

SASARAN KERJA PEGAWAI ( SKP ) GANTIKAN DP-3

Penilain Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pelaksanaan pekerjaan atau unjuk kerja (performence Apprasial) seorang Pegawai. Dilingkungan Pegawai Negeri Sipil dikenal dengan DP-3 (Daftar penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) yang diatur dalam PP No. 10 Tahun 1979.

Kenyataan empirik menunjukan proses penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS cenderung terjebak ke dalam proses formalitas. DP-3 PNS dirasa telah kehilangan arti dan makna substantif, tidak terkait langsung dengan apa yang telah dikerjakan PNS. DP-3 PNS secara Substantif tidak dapat digunakan sebagai penilaian dan pengukuran seberapa besar produktifitas dan kontribusi PNS terhadap organisasi, seberapa keberhasilan atau kegagalan PNS dalam tugas pekerjaannya.

Penilaian DP-3 PNS lebih berorientasi pada penilaian kepribadian (personality) dan perilaku    (behavior) terfokus pada pembentukan karakter individu dengan menggunakan kriteria behavioral, belum terfokus pada kerja, peningkatan hasil, produktifitas (end result) dan pengembangan pemanfaatan potensi.

Beberapa tinjauan terkait dengan implementasi DP-3 PNS selama ini , proses penilaian lebih bersifat rahasia, sehingga kurang memiliki nilai edukasi, karena hasil penilaian tidak dikomunikasikan secara terbuka. Selain itu, pengukuran dan penilaian prestasi kerja tidak di dasarkan pada target goal   (kinerja standart/harapan), sehingga proses penilaian cenderung terjadi bias dan bersifat subyektif     ( terlalu pelit/ murah ), nilai jalan tengah dengan rata-rata baik untuk menghindari nilai “amat baik” atau “kurang”, apabila diyakini untuk promosi dinilai tinggi, bila tidak untuk promosi cenderung mencari alasan untuk menilai sedang atau kurang. Dalam hal atasan langsung sebagai pejabat penilai, ia hanya sekedar menilai, belum/ tidak memberi klarifikasi hasil penilaian dan tindak lanjut penilaian.

Maka, setelah dilakukan proses kajian yang panjang dan mendalam mengenai DP-3 PNS, maka dirumuskan metode baru dalam melihat kinerja PNS melalui pendekatan metode SKP ( Sasaran Kerja PNS ). Melalui metode ini, penilaian prestasi Kerja PNS secara sistematis menggabungkan antara penilaian kerja PNS dengan penilaian perilaku kerja. Penilaian prestasi kerja terdiri dari dua unsur yaitu SKP dan Perilaku kerja dengan bobot penilaian unsur SKP 60 % dan perilaku kerja sebesar 40 %.

Penilaian SKP meliputi aspek-aspek : kuantitas, kualitas, Waktu, dan/atau biaya, sementara penilaian perilaku meliputi unsur : Orientasi pelayanan, Integritas, Komitmen, Disiplin, kerjasama, dan kepemimpinan, ditetapkan setiap tahun pada bulan Januari dan digunakan sebagai dasar penilaian prestasi kerja, sesuai dengan PP NO.46 Tahun 2011 penggunaan SKP akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2014. Materi Sosialisasi SKP tersebut dapat di unduh di link download.

 (sumber : Website Kantor Regional I BKN Yogyakarta)

Tulis Komentar »

 
Tulis Komentar

Tidak diijinkan untuk memberikan komentar

QUICK LINKS