SURVEY CEPAT KOMUNITAS IMUNISASI DI PUSKESMAS CANDIMULYO DAN MERTOYUDAN 1 KABUPATEN MAGELANG TANGGAL 10 JULI 2025

Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah dampingan CHAI dengan jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi (zero dose) cukup tinggi. Tahun 2024, terdapat 40.863 anak zero dose yang ditandai dengan belum mendapatkan imunisasi DPT 1. Cakupan imunisasi DPT1 di Kabupaten Magelang (68%) tahun 2024 belum mencapai target berdasarkan laporan ASIK, dengan jumlah anak zero dose sebanyak 1.572 di Kabupaten  Magelang. Sampai dengan bulan Mei 2025, jumlah anak yang belum mendapatkan DPT1 di Kabupaten Magelang adalah 6.122 anak yang bila tidak diintervensi akan menjadi zero dose tahun 2025. Data ini menunjukkan bahwa upaya pelaksanaan imunisasi kejar pada anak zero dose masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

Analisa masalah telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan CHAI (Clinton Health Access Initiative) untuk memahami faktor pendukung dan penghambat kegiatan imunisasi, didapatkan bahwa terdapat kelompok masyarakat yang masih menolak imunisasi karena faktor kepercayaan dan kurangnya dukungan ayah/suami agar anak mendapatkan imunisasi. Berdasarkan hasil pertemuan koordinasi lintas sektor di Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada 3-4 Juni tahun 2025 dengan melibatkan TP PKK Kabupaten dan Organisasi Keagamaan Masyarakat, diketahui bahwa masih banyak anggota mereka yang dilevel kecamatan dan desa tidak pernah dilibatkan oleh Puskesmas dalam program imunisasi. Selain itu, organisasi keagamaan seperti Ansor tidak pernah terlibat dalam program imunisasi yang mana memiliki peran penting untuk meyakinkan kelompok ayah untuk melengkapi imunisasi anak. Hal ini menjadi dasar bahwa perlunya pertemuan koordinasi di Tingkat Kabupaten/Kota sebagai tindak lanjut pertemuan di level provinsi ini untuk mendukung program imunisasi khususnya zero dose.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pertemuan advokasi lintas sektor di tingkat kabupaten/kota yang bertujuan untuk (1) mengidentifikasi lokasi anak zero dose dan (2) mendorong penggerakan masyarakat untuk meningkatkan cakupan imunisasi, maka perlu dilakukan kegiatan lanjutan berupa Survei Cepat Komunitas (SCK). Survei ini dilakukan untuk mengidentifikasi secara langsung anak-anak yang belum atau tidak diimunisasi lengkap, menggali alasan belum mendapatkan imunisasi, serta menilai kesesuaian cakupan imunisasi aktual dengan data laporan rutin dari Puskesmas. Sehingga daftar anak zero dose yang berhasil diidentifikasi akan dicatat oleh kader dan dijadwalkan untuk mendapatkan imunisasi kejar atau sesi imunisasi tambahan bila diperlukan.

Survey Cepat Komunitas dilakukan pada 20 (dua puluh) rumah dari masing-masing Puskesmas yaitu terdiri dari data pelaporan ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku) kelahiran 2020 – 2024 dan sisanya adalah pemilihan rumah secara random/acak. Hasil yang didapatkan adalah :

  1. Informasi tentang pelayanan imunisasi didapatkan dari tenaga kesehatan, media sosial, masyarakat
  2. Terdapat ± 20% dari sasaran yang belum lengkap imunisasinya
  3. Terdapat 5 anak yang berstatus Zero Dose
  4. Alasan orang tua tidak mengimunisasi atau melengkapi status imunisasi yaitu takut setelah imunisasi panas/ sakit atau mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, jauh dari pelayanan imunisasi, anak sakit, sasaran tidak ada yang mengantar
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *