Sosialisasi Ca Cervix dan Pemberian Imunisasi Kejar HPV Pada Santri Pondok I’anatul Mujtahidin Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan rekomendasi penting kepada negara-negara untuk memasukkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) ke dalam program imunisasi nasional. Vaksin HPV bertujuan untuk mengurangi risiko terinfeksi kanker Leher Rahim atau Serviks, yang merupakan kanker tertinggi kedua setelah kanker payudara pada perempuan. Adapun tujuan dari program vaksinasi ini adalah mencapai cakupan sebanyak 90% pada anak perempuan usia 15 tahun di tahun 2030. Pencapaian ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya pencegahan kanker leher rahim, yang merupakan ancaman kesehatan serius pada perempuan.
Vaksin HPV merupakan vaksin yang diberikan untuk melindungi perempuan dari risiko terinfeksi virus HPV (Human Papillomavirus) sejak dini, penyebab utama kanker leher rahim atau serviks. Namun, pemberian vaksin saja tidak cukup, jika tidak disertai dengan edukasi perilaku serta informasi yang komprehensif mengenai skrining, diagnosis, dan tata laksana penyakit ini. Pendekatan ini membantu membangun pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan dan penanganan kanker leher rahim. Dengan tujuan menurunkan angka kanker leher rahim menjadi 4 per 100.000 penduduk per tahun pada tahun 2030, sasaran utama program ini adalah anak perempuan berusia 9-14 tahun. Cakupan program imunisasi HPV yang luas akan menjadi kunci keberhasilan dalam upaya mengurangi beban penyakit, serta melindungi generasi mendatang dari risiko masalah kesehatan serius.
Kementerian Kesehatan merekomendasikan vaksin HPV diberikan pada anak perempuan mulai usia 9 tahun dengan dosis sebagai berikut : Satu atau dua dosis dalam selang waktu 6-12 bulan bagi anak usia 9-14 tahun dan Satu atau dua dosis dalam selang waktu 6 bulan bagi remaja usia 15-20 tahun. Kebijakan dan strategi pelaksanaan pemberian vaksin HPV menyediakan layanan yang merata. Program ini dilaksanakan tahunan dengan melibatkan berbagai tingkat pelaksanaan, mulai dari pusat hingga pelaksana lapangan, di bawah koordinasi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (TP UKS/M) melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Pemberian vaksin HPV tidak terbatas hanya bagi anak-anak yang bersekolah di lembaga pendidikan formal, tapi juga anak-anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Program ini berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang rentan melalui posyandu, puskesmas, dan tempat berkumpulnya anak-anak. Salah satu sasaran anak tidak sekolah akan tetapi sedang melaksanakan kegiatan pembelajaran keagamaan melalui lembaga pendidikan non formal di Kabupaten Magelang adalah santri pondok pesantren. Sebanyak 13 anak usia 12 tahun atau setara kelas 6 dan 74 anak usia 15 tahun atau setara kelas 9 telah diberikan Imunisasi Kejar HPV. Mari kita sukeskan pencegahan Kanker Leher Rahim atau Serviks sejak dini.

Pertemuan Evaluasi Monitoring Cakupan Imunisasi Rutin dan Antigen Baru untuk Pencegahan Zero Dose dan Peningkatan Cakupan Imunisasi di Kabupaten Magelang

Anak Zero Dose didefinisikan sebagai anak yang tidak mendapatkan imunisasi rutin yang jumlahnya diperkirakan berdasarkan selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan jumlah sasaran. Pada tahun 2024, tercatat terdapat 973.378 anak zero dose di Indonesia dan Provinsi Jawa Tengah berkontribusi sebanyak 40.863 anak (Data Kombinasi ASIK dan Manual 2024). Cakupan imunisasi hingga bulan Agustus 2025 belum mencapai target imunisasi rutin (66%) dan antigen baru (64%), dimana cakupan DPT1 baru mencapai 34%, imunisasi dasar lengkap (IDL) berjumlah 42%. Pada indikator antigen baru, PCV2 baru mencapai 35,47% dan RV3 sebesar 27,29%. Hal ini menggambarkan potensi kenaikan jumlah anak Zero Dose tahun 2025.
Berdasarkan laporan ASIK hingga Agustus 2025, jumlah anak zero dose yang mendapatkan imunisasi kejar di Kabupaten Magelang sebanyak 6 anak (0.38%), oleh karena itu diperlukan pendekatan lain sebagai strategi untuk menurunkan jumlah anak Zero Dose.
CHAI (Clinton Health Access Initiative) mendukung Kementerian Kesehatan pada progam imunisasi khususnya penurunan angka zero dose dan peningkatan cakupan antigen baru. Bentuk dukungan CHAI diantaranya adalah memfasilitasi evaluasi cakupan imunisasi, review ketersediaan vaksin dan logistik imunisasi. Tujuan kegiatan ini adalah

  1. Mengevaluasi cakupan imunisasi rutin, antigen baru dan pasokan logistik tahun 2025.
  2. Menganalisa tantangan dan pembelajaran dalam pelaksanaan imunisasi antigen baru dan menyusun strategi peningkatkan cakupan imunisasi tahun 2025.
    Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2025 dengan peserta Koordinator Imunisasi Puskesmas dan Petugas Administrasi Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) Puskesmas.
    Rencana tindak lanjut pertemuan ini adalah :
  3. Memvalidasi cakupan hasil pelayanan imunisasi Januari – Oktober 2025 bersama dengan bidan desa/vaksinator kemudian melaporkan hasil validasi, selambatnya sebelum pertemuan evaluasi yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.
  4. Bersama PJ ASIK menyampaikan feedback input ASIK per desa terhadap antigen yang belum lengkap (Ringkasan Bayi & Baduta pada Tabel Bantu) dan menyampaikan kepada masing-masing bidan desa/penanggung jawab/vaksinator.
  5. Melakukan monitoring penginputan ASIK. Memastikan penginputan menyertakan NIK atau Pos imunisasi baik melalui imunisasi rutin atau riwayat.
  6. Korim mengagendakan imunisasi kejar berdasarkan hasil identifikasi anak yang belum imunisasi dari tabel bantu ASIK.
  7. Membuat catatan khusus untuk cakupan luar wilayah dan faskes swasta
  8. Melaporkan semua hasil pelayanan imunisasi (termasuk sasaran luar wilayah) dan secara kumulatif pelaporan data manual Kemenkes setiap bulan.
  9. Kordinator Imunisasi melakukan update mikroplaning paling tidak 3 bulan sekali dengan melibatkan lintas program.

Penyuluhan Kesehatan Jiwa dan Cek Kesehatan Gratis di SMP K SANTA MARIA SAWANGAN

MAGELANG – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang Kesehatan Jiwa dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dan Puskesmas Sawangan I mengadakan kegiatan Penyuluhan kesehatan Jiwa dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMPK Santa Maria, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Kegiatan dilaksanakan di ruang aula SMPK Santa Maria Sawangan yang berlangsung pada hari Jumat tanggal 12 September 2025 pada pukul 08.00-10.00 WIB. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan kesehatan Jiwa yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental,

mengetahui tanda-tanda gangguan jiwa, dan cara mencari pertolongan saat menghadapi masalah kesehatan mental. Selain penyuluhan kesehatan jiwa juga dilakukan CKG dimana dilakukannya pemeriksaan pada tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), dan skrining kesehatan dasar lainnya. Kegiatan ini menjadi langkah nyata promotif-preventif untuk mencegah masalah kesehatan fisik dan mental sejak dini.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala Sekolah SMPK Santa Maria, serta Perwakilan dari Balai Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kab Magelang, dan Puskesmas Sawangan I. Dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang kesehatan jiwa oleh wakil DPRD Provinsi Jawa Tengah secara daring via zoom meeting. Selanjutnya siswa siswi mengikuti Pemeriksaan Kesehatan mencakup status gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi, skrining anemia, yang dilaksanakan oleh tenaga medis dari Puskesmas Sawangan I dan Balkesmas.

Dalam pelaksanaanya, penyuluhan tentang Kesehatan Jiwa dan CKG diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan jiwa pada siswa. Sehingga mereka dapat mengenali gejala awal gangguan mental, mendorong perilaku hidup sehat, menguatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan institusi pendidikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang bersama Balkesmas dan Puskesmas akan terus bersinergi dalam menghadirkan program kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.

Penyuluhan Kesehatan Jiwa dan Cek Kesehatan Gratis di MA P Diponegoro Salaman

MAGELANG – Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan jiwa akibat tekanan akademik, sosial, maupun lingkungan. Selain itu, kesehatan fisik juga perlu diperhatikan sebagai penunjang tumbuh kembang optimal. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatan derajat kesehatan masyarakat khususnya pada usia remaja perlu dilakukan berbagai program promotif dan preventif kesehatan. Penyuluhan kesehatan jiwa dan pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah menjadi langkah penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan sekaligus meningkatkan literasi kesehatan pada generasi muda.

Dalam hal ini Balai Kesehatan Masyarakat beserta Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Puskesmas Salaman I dan pihak Sekolah MA P Diponegoro melakukan kolaborasi untuk melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan jiwa dan cek kesehatan gratis (CKG) anak sekolah. Kegiatan ini yang dilaksanakan di aula MA P Diponegoro Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada hari Kamis 11 September 2025 pukul 08.30 WIB. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan Kesehatan jiwa bagi siswa siswi kelas 11 dan 12, serta pelayanan cek kesehatan gratis. Penyuluhan Kesehatan jiwa difokuskan pada pemahaman mengenai kesehatan mental, cara mengelola stres, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan psikologis. Sementara pelayanan CKG mencakup pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan konsultasi kesehatan dasar.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh kepala sekolah MA P Diponegoro, serta Perwakilan dari Balai Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kab Magelang, dan Puskesmas Salaman I. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi kesehatan jiwa oleh wakil DPRD Prov Jawa Tengah secara daring via zoom meeting. Setelah pemaparan materi selesai selanjutnya siswa siswi mengikuti pemeriksaan kesehatan mencakup status gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi, skrining anemia, yang dilaksanakan oleh tenaga medis dari Puskesmas Salaman I dan Balkesmas.

Dalam pelaksanaan penyuluhan tentang Kesehatan Jiwa dan CKG diharapkan siswa siswi MA P Diponegoro Salaman lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan fisik, serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat di sekolah maupun di rumah. Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang bersama Balkesmas dan Puskesmas akan terus bersinergi dalam menghadirkan program kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.

Sri Ratnani Khasanah “Mbak Nana” Juara 1 Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025.

Sri Ratnani Khasanah,S.Kep., Ners. – Puskesmas Mungkid Kab. Magelang

Sri Ratnani Khasanah “Mbak Nana” Juara 1 Tenaga Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025.

Untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada tenaga kesehatan yang berprestasi, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan inovasi Dinas kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengadakan lomba tenaga medis dan tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi tahun 2025.

Sri Ratnani Khasanah, S.Kep., Ners (Perawat Puskesmas Mungkid Kabupaten Magelang) berhasil meraih Peringkat 1 Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 dengan Kategori Tenaga Kesehatan inovatif di Puskemas. Inovasi yang diusung Mbak Nana adalah Komitmen Peduli Kesehatan Jiwa Supaya Masyarakat Aman Tentram Bahagia atau disingkat menjadi “Kopi Siji Ben Manteb”. Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginnya atas prestasi yang sudah dicapai, harapannya bisa memicu tenaga kesehatan lainnya di Kab. Magelang untuk melakukan inovasi bidang kesehatan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Jawa Tengah ke 80 tgl 19 Agustus 2025 di lapangan Kawasan Industri Terpadu Batang didampingi Tim Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.

Sosialisasi dan Evaluasi Kematangan Inovasi di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang

Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Kematangan Inovasi yang diikuti oleh jajaran internal Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Magelang, Kepala Instalasi Farmasi, Kepala Labkesmas serta Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas inovasi di bidang kesehatan, sejalan dengan tuntutan transformasi layanan primer dan transformasi teknologi kesehatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Oktora Kunto Edhy, M.M.  Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menciptakan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan. Inovasi bukan sekadar ide, namun harus menjadi solusi nyata untuk memudahkan pelayanan dan meningkatkan kualitas kerja.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Bapak Sakir, S.Sos mengingatkan bahwa di tengah keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, waktu serta tantangan yang semakin kompleks, inovasi menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan kesehatan daerah. Menurutnya keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi, justru menjadi pemicu untuk berpikir kreatif dan mencari terobosan.

Berdasarkan hasil inventarisasi, tercatat sebanyak 52 inovasi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dengan tingkat kematangan yang bervariasi. Inovasi-inovasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh unit kerja di lingkungan Dinas Kesehatan dan Puskesmas semakin termotivasi untuk mengembangkan inovasi yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magelang.

KICK OFF CEK KESEHATAN GRATIS ANAK SEKOLAH

KICK OFF CEK KESEHATAN GRATIS ANAK SEKOLAH

Advokasi, Sosialisasi, Dan Koordinasi Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Dan Tidak Sekolah Di Kabupaten Magelang

DAN TIDAK SEKOLAH DI KABUPATEN MAGELANG

Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang kesehatan adalah upaya pembinaan anak usia sekolah melalui Usaha dilaksanakan Kesehatan Sekolah/Madrasah untuk meningkatkan (UKS/M). UKS/M mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik melalui Trias UKS/M yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Salah satu pelayanan kesehatan dalam kegiatan UKS/ M adalah pemberian imunisasi melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah dan melindungi dari PD3I dan Kanker Leher Rahim yang dapat menyebabkan disabilitas dan kematian. Setiap anak usia sekolah harus dipastikan memiliki riwayat imunisasi rutin lengkap, tidak hanya imunisasi pada saat bayi dan dibawah usia dua tahun, tetapi juga harus dilengkapi dengan imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah tingkat dasar.

Sebanyak 95% kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV) dan biasanya terjadi pada perempuan usia reproduksi. Ada lebih dari 100 tipe HPV dan sekitar 40 tipe dapat menginfeksi area genital. Tipe yang paling sering menyebabkan kanker leher rahim, kanker vulva vagina, pre-kanker anal, kanker penis dan kanker orofaring adalah tipe 16 dan 18 sedangkan tipe 6 dan 11 paling sering menyebabkan kutil kelamin. Kanker tersebut dapat dicegah dengan imunisasi HPV.

Dengan mempertimbangkan tingginya beban penyakit tersebut dan telah tersedianya vaksin HPVyang aman untuk mencegah penyakit tersebut, maka akan dilakukan penambahan vaksin baru, yaitu vaksin HPV ke dalam program BIAS kepada kelas 5 SD/MI atau sederajat atau imunisasi kejar kelas 9 atau sederajat melalui Pemberian imunisasi HPV.

Pemberian imunisasi pada peserta didik di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/bentuk lain yang sederajat dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Agustus untuk imunisasi Campak Rubela dan HPV serta bulan November untuk imunisasi DT dan Td.

Pertemuan Koordinasi Program Imunisasi

Pada tanggal 1 Agustus 2025 dilaksanakan Pertemuan Koordinasi Program Imunisasi oleh Dinas Kesehatan Kab. Magelang dengan Koordinator Imunisasi di 29 Puskesmas sebagai upaya dalam Penjangkauan anak Zero Dose Imunisasi, Drop Out Imunisasi, Persiapan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), dan Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI).

Cakupan imunisasi DPT1 di Kabupaten Magelang (68%) tahun 2024 belum mencapai target berdasarkan laporan pada Aplikasi Satu Sehat, dengan jumlah anak zero dose sebanyak 1.572 di Kabupaten Magelang. Sampai dengan bulan Mei 2025, jumlah anak yang belum mendapatkan DPT1 di Kabupaten Magelang adalah 6.122 anak yang bila tidak diintervensi akan menjadi zero dose tahun 2025. Kegiatan Identifikasi Anak Zero Dose melalui Survei Cepat Komunitas (SCK) dan Koordinasi Lintas Sektor dalam Penjangkauan Anak Zero Dose di Kabupaten telah dilaksanakan bersama dengan Organisasi Non Pemerintah CHAI sebagai upaya strategis untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari layanan imunisasi.

BIAS yang dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Agustus dan November merupakan layanan imunisasi yang menjadi bagian dari Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) guna peningkatan mutu pendidikan dan prestasi belajar melalui perilaku hidup bersih dan sehat, menciptakan lingkungan yang sehat serta meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah. kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan untuk melindungi Anak Sekolah dari PD3I dan Kanker Leher Rahim pada anak perempuan kelas 5 SD, 6 SD dan kelas 9 yang dapat menyebabkan disabilitas dan kematian. Pemberian imunisasi pada peserta didik di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/bentuk lain yang sederajat dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Agustus untuk imunisasi Campak Rubela dan HPV serta bulan November untuk imunisasi DT dan Td. Hasil pelayanan imunisasi BIAS dicatat dan dilaporkan dengan melakukan penginputan ke dalam Aplikasi Satu Sehat dan melakukan penginputan setiap transaksi vaksin dan logistik imunisasi ke dalam aplikasi SMILE.

Saat sambutan pembukaan pertemuan, Ibu Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Lies Pramudiyanti, M.M mengharapkan dari Kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, serta unsur lintas sektor dalam menemukan, menjangkau, dan memastikan seluruh anak memperoleh haknya untuk mendapatkan imunisasi lengkap dan tepat waktu.

SPELING KINI HADIR MELAYANI KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN MAGELANG

Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas dan pemerataan pelayanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat di wilayah terpencil, perbatasan dan daerah yang kekurangan dokter spesialis, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginisiasi program Layanan Dokter Spesialias Keliling (SPELING). Program ini sebagai salah satu program prioritas Gubernur Jawa Tengah, Drs. Ahmad Luthfi, SH, S.St.M.K. melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 400.7/0004246 Tahun 2025 tentang Dukungan terhadap Program Gubernur Jawa Tengah “Layanan Dokter Spesialis Keliling (SPELING)”.

SPELING merupakan program pelayanan kesehatan spesialis yang mendekat mendatangi masyarakat, sehingga masyarakat tidak harus datang ke rumah sakit. Kabupaten Magelang sangat mendukung program tersebut dengan mengerahkan dokter spesialis dari rumah sakit di Kabupaten Magelang, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Selain rumah sakit, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Kecamatan, Polsek, Koramil, Pemerintah Desa, kader PKK desa dan kader kesehatan di desa sangat berperan dalam memfasilitasi pelaksanaan pelayanan SPELING ini.

Sampai dengan tanggal 29 Juli 2025, Kabupaten Magelang telah melaksanakan layanan SPELING di 7 desa yaitu Desa Rejosari Kecamatan Bandongan, Desa Ngepanrejo Kecamatan Bandongan, Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan, Desa Kaponan Kecamatan Pakis, Desa Banyusidi Kecamatan Pakis, Desa Sukorejo Kecamatan Tegalrejo dan Desa Candisari Kecamatan Windusari. Adapun Rumah Sakit yang telah memberikan pelayanan SPELING antara lain  RSUD Merah Putih, RSUD Candi Umbul, RSU N-21 Gemilang serta bekerjasama dengan Balkesmas Wilayah Magelang.

Antusias masyarakat sangat tinggi terhadap program SPELING ini. Sebanyak 753 orang sudah mendapatkan layanan dokter spesialis secara gratis. Layanan yang diberikan meliputi cek kesehatan gratis (CKG) oleh puskesmas, pemeriksaan poli penyakit dalam oleh dokter spesialis penyakit dalam (Sp PD), pemeriksaan ANC ibu hamil oleh dokter spesialis obgyn (Sp OG), pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis kesehatan jiwa (Sp KJ), pemeriksaan poli anak oleh dokter spesialis anak (Sp A) dan pemeriksaan IVA test bagi wanita usia subur.

Dalam sambutannya Camat Pakis, Rahmat Pambudi, S.STP,MM berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan SPELING dengan baik. Kepala Desa Kaponan menyambut baik kegiatan SPELING karena dapat mendekatkan masyarakat yang membutuhkan pengobatan dokter spesialis.

“Kami merasa terbantu dengan program SPELING ini, merasa senang dan bahagia karena akses dokter spesialis bisa lebih dekat tanpa harus ke rumah sakit di kota. Semoga dengan adanya SPELING ini masyarakat bisa menjadi lebih sehat dan lebih peduli lagi dengan kesehatan”, ucap salah seorang warga penerima layanan SPELING. Program SPELING menjadi contoh baik kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem kesehatan yang lebih merata, membuka ruang  baik rumah sakit pemerintah maupun swasta untuk terlibat sebagai mitra pengabdian. Serta mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk menyebarluaskan informasi dan memastikan keberlanjutan partisipasi warga.