Peringatan Hari Pramuka ke 65 Tahun 2026, Lapangan Desa Ngablak, Kec. Ngablak

Bupati Magelang diwakili Plh. Sekretaris Daerah, David Rudianto membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol. Purn. Budi Waseso Dalam Sambutan disampaikan Peringatan Hari Pramuka ke 65 dan Jambore Nasional ke XII Tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan. Tema tersebut menjadi penegasan Peran Pramuka dalam mendukung Asta Cita kedua Pemerintah khususnya Swasembada Pangan, Energi dan Air. Pendidikan Pramuka diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan serta kepedulian terhadap lingkungan. David Rudianto menambahkan, generasi muda menghadapi tantangan yang semakin beragam, mulai perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), hingga penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, dan perjudian daring. Karena itu, nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dinilai tetap penting sebagai landasan dalam membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, dan semangat kebangsaan. Dian Grengseng menyebut penampilan kesenian tari Soreng yang dibawakan gabungan pelajar Ngablak turut memperkuat warna lokal dalam kegiatan tersebut. Terlebih, kesenian itu sebelumnya telah tampil di Jakarta dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 17 Agustus 2026, dan berharap pengalaman dan aktifitas Pramuka dapat mendorong pelajar terus berkembang dan berprestasi. Menurut Dian Grengseng, Ngablak dipilih sebagai lokasi peringatan karena memiliki karakteristik tersendiri. Selain berada di kawasan dataran tinggi dengan pemandangan alam yang indah, wilayah tersebut juga memiliki potensi kesenian yang dapat ditampilkan dan dikembangkan oleh masyarakat serta generasi muda. Ngablak salah satu tempat istimewa dan mempunyai view yang indah dan tampilan kesenian dari warga maupun murid-murid di Kecamatan Ngablak bagus dan luar biasa. Peringatan Hari Pramuka ke 65 di Ngablak Kab. Magelang menjadi momentun untuk menghubungkan pendidikan karakter dengan keterampilan, potensi daerah dan kontribusi nyata generasi muda bagi masyarakat, “SALAM PRAMUKA”

🏆 Selamat & Apresiasi untuk Puskesmas Tempuran! 🏆

Atas prestasinya sebagai Puskesmas Unggul dalam Pelaporan SMILE/Vaksin. 💉📊

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen, ketelitian, dan konsistensi Puskesmas Tempuran dalam mendukung tertib administrasi serta pelaporan program imunisasi.

Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. 👏✨

Puskesmas Tempuran, terus unggul, terus menginspirasi! 💙

#PuskesmasTempuran #PuskesmasUnggul #SMILE #PelaporanVaksin #Imunisasi #ImunisasiRutinLengkap #ImunisasiBIAS #PelayananKesehatan #Apresiasi #KesehatanMasyarakat

Benchmark Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus ke Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan dan penguatan kinerja Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus melaksanakan kegiatan benchmark ke Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dengan tema Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Puskesmas.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk berbagi pengalaman, praktik baik, inovasi, serta strategi pembinaan Puskesmas melalui penguatan peran TPCB. Diharapkan hasil benchmark dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan efektivitas pembinaan, monitoring, evaluasi, dan pendampingan Puskesmas secara berkelanjutan.

Berbagi Praktik Baik, Perkuat TPCB, Tingkatkan Mutu Puskesmas, Wujudkan Masyarakat Sehat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Memeriahkan Karnaval Kemerdekaan Kabupaten Magelang 2026

Dalam Upaya peningkatan derajat Kesehatan Masyarakat, sektor Kesehatan Bersama-sama seluruh elemen, bergerak Bersama untuk Kesehatan, kebugaran dan produktivitas.

Sejalan dengan peran sebagai tenaga Kesehatan diibaratkan dengan sosok GATOTKACA yang berjuluk OTOT KAWAT BALUNG WESI, sebagai simbol ketahanan, kekuatan dan ketangguhan fisik yang menjadi modal utama sebagai PELAYAN Kesehatan yang menjadi garda terdepan untuk melindungi Masyarakat dari benteng ancaman penyakit.

tugas mulia ini akan semakin cepat terwujud dalam kebersamaan, semangat gotong royong, kepedulian dan kesadaran bahwa setiap orang memiliki peran dalam mewujudkan Kesehatan Masyarakat, seperti halnya tergambar dalam tarian gugur gunung yang mengajarkan kepada kita bahwa pekerjaan besar akan menjadi ringan apabila dilakukan secara bersama-sama.

Dinas Kesehatan dengan Puskesmas, Rumah Sakit Daerah dan UPT Labkes dan Farmasi,  Satuan Karya Pramuka Bakti Husada dan tentu saja Kader Kesehatan, menjadi satu kekuatan, bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi untuk mencegah penyakit sebelum datang. Namun keberhasilan Upaya ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari hal-hal sederhana: membiasakan cuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, konsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik, tidak merokok serta melakukan cek Kesehatan secara rutin sebagai bagian Upaya nyata untuk mencegah penyakit.

Seiring pelestarian budaya dalam Upaya pemeliharaan Kesehatan dan Kebugaran, JAMU sebagai warisan kekayaan budaya bisa dikelola secara aman, tepat dan bermanfaat,

Dengan Kekuatan yang prima,

Semangat kebersamaan,

Budaya Masyarakat yang saling peduli,

Kita wujudkan Masyarakat Kabupaten Magelang yang lebih SEHAT, BUGAR DAN PRODUKTIF.

MERDEKA!!!                  MERDEKA!!!                  MERDEKA!!!

Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Melaksanakan Kegiatan Penemuan Kasus TBC Terintegrasi CKG

Pada tanggal 12 Agustus 2026, dinas kesehatan Kab. Magelang bekerja sama dengan Puskesmas Borobudur dan pemerintah Desa Ngadiharjo, Kec. Borobudur melaksanakan kegiatan penemuan kasus TBC terintegrasi CKG bertempat di Balkondes Ngadiharjo. Acara dimulai pukul 08.00 WIB, dibuka oleh perwakilan Pemerintah Desa Ngadiharjo, dan dihadiri oleh 100 orang peserta yang terdiri atas Kontak Erat dan Kontak Serumah dari pasien TBC serta masyarakat sekitar. Rangkaian acara terdiri atas penyuluhan terkait TBC, Cek Kesehatan Gratis, serta pemeriksaan Rontgen Paru.

Pada tahun 2026, Dinas Kesehatan berencana melaksanakan kegiatan serupa di 110 lokasi lainnya, sebagai komitmen mendukung program nasional eliminasi tuberkulosis di Indonesia Tahun 2030

Tingkatkan Kebugaran Garda Terdepan, Dinkes Kab. Magelang Gelar Penggerakan Aktivitas Fisik dan Sosialisasi GERMAS

MAGELANG —Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) menggelar Kegiatan Penggerakan Aktivitas Fisik di Gedung TEA Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang,(11/08/2026).

Kegiatan yang dikemas dengan penuh semangat kebersamaan ini menghadirkan puluhan peserta yang terdiri dari kader kesehatan dan  pengemudi ambulans desa dari tiga kecamatan;  Sawangan, Muntilan, dan Mungkid.

Rangkaian acara diawali dengan senam bersama di Halaman Gedung TEA MANGUNSARI Sawangan. Seluruh peserta, mulai dari para kader hingga para driver ambulans desa, tampak antusias mengikuti instruksi pesenam. Kegiatan senam bersama ini menjadi bentuk aksi nyata pembiasaan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dalam kehidupan sehari-hari.

Usai aktivitas fisik, acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang yang diwakili oleh Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, drg. Martin Widiastuti.  Dalam sambutannya beliau mengapresiasi tinggi peran strategis para kader Kesehatan  dan driver ambulans desa sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Dalam Sosialisasi Germas tersebut, menghadirkan Pristi Sukmasetya,S.Kom.,M.Kom sebagai narasumber dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terkait Materi Komunikasi Antar Pribadi dan jajaran teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Para narasumber memaparkan pentingnya Komunikasi Antar Pribadi (KAP) sebagai kompetensi  bagi kader kesehatan dan driver ambulan desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta  menerapkan 7 pilar GERMAS, khususnya dalam hal pembiasaan aktivitas fisik secara teratur, edukasi pola makan sehat melalui Isi Piringku, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi para pelaku pelayanan publik di tingkat desa.

Melalui kegiatan penggerakan ini, diharapkan para kader kesehatan dan pengemudi ambulans desa tidak hanya menjadi penggerak masyarakat dalam membudayakan hidup sehat, namun juga senantiasa menjaga kebugaran dan kesehatan diri sendiri saat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di wilayah masing-masing.